jump to navigation

PENENTUAN NILAI / GRADE April 22, 2010

Posted by listianirhy in PENDIDIKAN.
trackback

Ada beberapa penilaian yang dilakukan oleh seorang guru dengan beberapa cara seperti :

  1. Diberikan pertanyaan untuk memberikan nilai akhir
  2. Diuji dengan test tertulis untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menerima materi yang telah diberikan
  3. Jumlah total skor hasil belajar dalam satu semester dan dibagi dengan jumlah siswa yang mengikuti ujian

Biasanya hal ini dilakukan oleh guru secara periodic, karena pembelajaran yang telah ditempuh siswa dalam program Instructional dilakukan penilaian seperti tersebut diatas.

Penilaian tersebut dapat dikatakan sebagai Grade/skor hasil belajar. Apa yang dimaksud dengan grade?

Secara definitive, grade is major division of instructional program on schools representing the working of one scholl year (good 1973)

Yang diartikan derajat atau angka yang merupakan bagian program instructional disekolah, dan menggambarkan kinerja siswa dalam periode satu tahun

Pengertian tentang grade juga dinyatakan oleh Johnson and Johnson, grade sebagai symbol yang mungkin berupa huruf, angka atau kata-kata yang menggambarkan pertimbangan nilai relative pencapaian hasil belajar selama waktu tertentu (bisa 1 tahun, 1semester, atau 1 kwartal, tergantung system yang berlaku disuatu lembaga sekolah)

Grade yang dibahas pada masalah ini adalah Penentuan Hasil akhir, setelah siswa mengikuti proses pembelajaran dalam satu semester. Grade ini harus sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang terdiri atas :

  1. Penilaian pendidik atau para guru yaglebih memfokuskan pada perubahan perilaku dan penguasaan pengetahuan.
  2. Penilaian Tingkat Satuan yang merupakan penilaian sekolah yang juga memperhatikan penilaian guru dan penguasaan ketrampilan yang sesuai dengan tingkat satuan pendidikan
  3. Penilaian Pemerintah, yaitu penilaian yang direpresentasikan pada penguasaan beberapa mata pelajaran yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Grade berkembang sesuai tuntutan jaman dan tuntutan masyarakat seperti masyarakat pengusaha, industry, atau lembaga lain yang memerlukan tenaga kerja tamatan sekolah menengah.

Sekitar tahun 1950 sampai tahun 1960 an, dunia industry memerlukan tamatan dengan nilai 6 dan 7, Tahun 1970 sampai dengan tahun 1990 an semua sekolah harus meluluskan siswanya dengan alasan menjaga kestabilan nasional, anak yang tidak lulus atau tidak naik, bisa protes mengancam gurunya. Anak atau siswa pandai maupun bodoh dapat naik kelas. Tahun 2000 an pemerintah menetapkan nilai 4.25 sebagai batas minimal kelulusan. Tidak ada latihan ujian dan tidak ada ulangan sebagai persiapan ujian nasional. Hal ini menimbulkan banyak protes dari orang tua, lembaga dan masyarakat. Itulah dinamika perkembangan system grade yang ada pada pendidikan nasional di Indonesia.

A.  Makna Grade Hadil Belajar

Grade atau skor diberikan sebagai symbol yang mempresentasikan hasil belajar seorang siswa.

Grade juga merupakan symbol yang merefleksikan komunikasi evaluasi sumatif yang diberikan guru sebagai media laporan kepada orang tua siswa, kepala sekolah dan para stakeholders yang berkepentingan.

Grade mempunyai arti yang bervariasi sesuai dengan fungsi dan perannya terhadap para pelaku yang berkepentingan.

Bagi Siswa          : Nilai menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa. Oleh karena itu siswa perlu mengetahu system grade dengan baik, agar mereka tetap termotivasi untuk belajar secara kontinu.

Bagi Guru           : Grade mempunyai makna yang bervariasi, dengan melihat skor pencapaian hasil belajar, guru akan dapat menebak dan mengatakan “kamu tidak belajar ya dalam ulangan yang lalu”, sebaliknya guru akan tersenyum dan memuji siswa untuk terus belajar karena skor hasil belajar yang menunjukkan keberhasilan dalam ulangan.

Grade yang didasarkan atas tingkah laku dan penampilan yang terarah dalam test yang terorganisasi dengan baik, memiliki derajat yang lebih tinggi di banding dengan grade yang hanya didasarkan atas tes kertas dan pena saja. Pada lingkup yang lebih luas, termasuk lingkup sekolah. Biasanya orang tua siswa akan merasa bangga atas prestasi yang dicapai oleh anaknya dan akan terus mendorong untuk menekuni sehingga menjadi yang lebih baik lagi.

  1. Macam-macam system grade

Secara garis besar, system grade dalam evaluasi pendidikan dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :

  1. Grade Tunggal

Adalah Grade dengan system yang sederhana dan paling banyak digunakan.

Kelebihan Grade Tunggal :

  1. Memberikan pesan yang ringkas tentang pencapaian hasil belajar
  2. Lebih mudah dipahami
  3. Memberikan hasil prediksi keberhasilan siswa dalam belajar
  4. Memberikan motivasi untuk belajar lebih baik

Kelemahan Grade Tunggal :

  1. Tidak memberikan gambaran hasil yang jelas
  2. Acuan penilaian yang masih terbatas
  3. Bisa menimbulkan keraguan pada siswa yang bersangkutan
  4. Bisa membuat tidak suka, karena adanya perbedaan antara usaha dengan hasil yang dicapai

Pada system grade tunggal ini, para siswa menerima hasil belajar mungkin dalam bentuk angka, seperti 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1 untuk rentang 1 sampai 10 atau rentang 10 – 100. Grade tunggal dapat digunakan acuan huruf yaitu A, B, C, D dan E Bila di buatkan tabelnya maka :

Tabel 1. Makna Grade Hasil Belajar Siswa

Grade yg dicapai Makna Huruf Poin
A Sangat Bagus 4
B Bagus 3
C Cukup atau Rerata 2
D Kurang Berhasil 1
E Gagal 0
  1. Grade Ganda (Multy grade)

Adalah system penentuan hasil belajar yang banyak digunakan dalam konteks evaluasi pendidikan. Secara devinitif, multygrade diartikan sebagai penentuan skor yang terdiri atas ketentuan nilai hasil belajar yang memiliki makna untuk system instruksional yang berbeda.

Misal : nilai hasil belajar untuk penilaian criteria produk, berbeda dengan nilai hasil belajar pada aspek proses. Kedua nilai tersebut juga berbeda maknanya dengan hasil belajar pada criteria progress.

Berikut adalah contoh format penilaian :

Penilaian Sikap

Nama Siswa
NIS
No Aspek yang dinilai Bobot skor Nilai
1. Ketepatan Penyampaian Tugas
2. Presensi kehadiran
3. Aktif dalam Pembelajaran
4. Aktif di kegiatan Rayon
5. Aktif di kegiatan Usaha pada unit usaha
6. Mempunyai kegiatan usaha sesuai jurusan
7. Kemandirian
8. Jujur
9. Kreatifitas dan Inovatif

Jumlah Nilai yang diperoleh    :

Catatan :

  1. Setiap Aspek Penilaian diberikan nilai skor 10 – 100
  2. Skor diberikan kepada peserta didik tergantung dari sikap yang diberikan. Semakin baik sikap dan perilakunya semakin tinggi perolehan skor
  3. Hasil akhir Penilaian didapat dengan menggunakan rumus :
Total jumlah Aspek Penilaian

Jumlah Skor =—————————————————————

90

3.Grade Kategori

Sistem lain yang sering digunakan di sekolah menengah adalah system dua kategori, yaitu lulus dan tidak lulus, atau memuaskan dan tidak memuaskan atau juga lulus dan gagal.

Pada umumnya, grade kategori digunakan untuk memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengeksplorasi cakupan pengetahuan baru, dengan tetap dibimbing oleh guru pengampu. Cara ini akan lebih baik daripada belajar menggunakan model otodidak.

Bagi para guru yang menyelenggarakan evaluasi pembelajaran, biasanya akan melakukan beberapa tahapan sebagai berikut :

  1. Persiapan
  2. Penyusunan instrument
  3. Pelaksanaan Evaluasi
  4. Pengolahan hasil evaluasi
  5. Pemberitahuan hasil akhir

(diangkat dari buku “Evaluasi Pendidikan” Prinsip dan Operasionalnya oleh Prof.HM Sukardi,MS,Ph.D. Penerbit : Bumi Aksara Jakarta)

Dra. Listiani Rahayu

Guru SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta

Iklan

Komentar»

1. firdaus - November 25, 2010

assalamu’alaikum, artikel bu guru sangat membantu saya….., apakah untuk mahasiswa penilaian hampir sama ?

2. yulius yoran - Februari 22, 2017

Mau numpang tanya ni, apa sebenarnya jika nilai Grade dan nilai mutu tidak muncul ? mohon penjelasannya terimakasih

3. Cara Membuat Grade dan Deskripsi Nilai di Microsoft Excel | Modul Komputer - November 2, 2017

[…] grade ganda (multi grade) dan grade kategori. Pembahasan grade bisa anda dapatkan pada tulisan di blog ini. Yang akan kita bahas disini adalah cara membuat grade nya. Yaitu cara membuat grade dengan […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: